Hewan Juga Punya Hati: Pandangan Buddhisme Tentang Kasih Sayang Terhadap Semua Makhluk
Halo #SobatkECe! Dalam kehidupan sehari-hari, ada kalanya #SobatkECe lupa bahwa manusia bukan satu-satunya makhluk yang memiliki perasaan dan hak untuk hidup dengan damai. Hewan, sebagai bagian dari ekosistem, juga memiliki kemampuan untuk merasakan kebahagiaan, kesedihan, dan penderitaan. Akan tetapi, pada saat ini kita masih sering kali menemukan kasus-kasus yang menunjukkan perilaku manusia yang kurang pantas terhadap hewan beredar di sosial media.
Kasus kekerasan pada hewan merupakan hal yang lumrah terjadi di Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Asia For Animal Coalition sejak Juli 2020 sampai Agustus 2021, dari 5.480 konten penyiksaan hewan di dunia, sebanyak 1.626 berlokasi di Indonesia. Selain itu, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara penghasil dan pengunggah konten kekerasan pada hewan, jauh meninggalkan negara-negara lainnya di posisi dua dan tiga. Lantas, bagaimana pandangan Buddhis mengenai hal-hal seperti ini?
Dalam pandangan Buddhis sendiri, para umatnya selalu diajarkan untuk memiliki cinta kasih dan welas asih kepada sesama makhluk hidup tanpa terkecuali. Menurut Sang Buddha, cinta kasih (metta) dapat diartikan sebagai rasa persaudaraan, persahabatan, dan pengorbanan, yang mendorong kemauan baik serta memandang makhluk lain sama dengan dirinya sendiri. Hal tersebut mencerminkan bahwa dengan melaksanakan cinta kasih, keharmonisan dapat tercipta. Seseorang yang mengembangkan cinta kasih berarti mempraktikkan prinsip hidup tanpa kekerasan. Cinta kasih ini tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga kepada semua makhluk hidup, termasuk hewan. Buddhisme mengajarkan bahwa hewan juga memiliki perasaan, emosi, dan hak untuk hidup dengan damai. Selain itu, dikenal juga istilah karuna atau welas asih yang berarti belas kasihan kepada semua makhluk hidup. Karuna juga dianggap sebagai karakteristik untuk mengembangkan kualitas yang melenyapkan penderitaan makhluk lain. Sebagai umat Buddha, kita harus menerapkan cinta kasih (metta) serta welas asih (karuna) karena dengan mengembangkan cinta kasih terhadap hewan, kita tidak hanya membantu mengurangi penderitaan mereka, tetapi juga menciptakan dunia yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang. Seperti yang diajarkan oleh Sang Buddha, semua makhluk hidup adalah satu dalam lingkaran samsara, dan kebahagiaan kita saling terhubung.
Saat ini, banyak praktik yang bisa dilakukan umat manusia untuk tidak lagi menyakiti hewan. Contohnya seperti umat Buddha yang seringkali memilih untuk menjadi vegetarian atau vegan demi menghindari pembunuhan hewan. Selain itu, dalam tradisi tertentu, hewan seperti ikan atau burung sering dibebaskan sebagai bentuk praktik kebajikan dan belas kasih. Sang Buddha juga menekankan pentingnya menghindari pekerjaan yang melibatkan penyiksaan atau pembunuhan hewan, seperti berburu atau bekerja di rumah jagal dimana hewan ternak dipotong dan diproses menjadi daging. Beliau mengajarkan bahwa hidup yang harmonis dengan alam dan semua makhluk adalah jalan menuju kedamaian batin dan kebahagiaan sejati.
Pada akhirnya, hewan juga merupakan makhluk hidup yang punya hati. Mereka merasakan, mereka hidup, dan mereka adalah bagian dari kehidupan ini. Melalui kacamata Buddhisme, #SobatkECe diajak untuk melihat hewan bukan sebagai objek, tetapi sebagai makhluk hidup yang layak mendapatkan kasih sayang dan perlindungan. Dengan mempraktikkan cinta kasih universal, #SobatkECe tidak hanya menghormati ajaran Sang Buddha, tetapi juga menciptakan karma baik yang akan membawa kebahagiaan bagi diri #SobatkECe sendiri dan semua makhluk. Mari mulai dari hal kecil seperti berhenti menyakiti, mulai menyayangi, dan hidup berdampingan dengan damai bersama semua makhluk.
Referensi
Detikcom. 2023, Indonesia penghasil konten kekerasan hewan, Animal Defenders: Memalukan. detikJabar, viewed 3 March 2025 from https://www.detik.com/jabar/berita/d-6290609/indonesia-penghasil-konten-kekerasan-hewan-animal-defenders-memalukan
Karuna. n.d., Ensiklopedia Bebas Indonesia, viewed 3 March 2025 from https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Karuna_
Magabudhi. n.d., Posisi ajaran cinta kasih dalam agama Buddha, viewed 3 March 2025 from https://magabudhi.or.id/posisi-ajaran-cinta-kasih-dalam-agama-buddha
Profil Penulis
Halo #SobatKECe! Kenalin nama aku Alessandro Candra. Kalian bisa panggil aku Ales aja, aku merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada. Aku disini mengambil prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian dan aku merupakan orang yang senang sekali berinteraksi dengan orang lain. Cari tau aku lebih lanjut melalui instagram @aless_6042. Thank yo semua!!!